Alhamdulillah, bertemu lagi dengan tanggal 29 Februari. Lumayan lama ya setiap 4 tahun sekali baru bisa ketemu.
Minggu, 28 Februari 2016
Kamis, 25 Februari 2016
Mari Kumpul Keluarga
Walau Papa sedang kerja, anak, menantu dan cucu tetap harus kumpul dong. Agar kerukunan tetap terjalin.
Masakan hari ini : Ikan Kembung Sambal Mata, Udang Goreng Tepung, Cah Kangkung Udang Pedas, Pempek Palembang, Siomay, Tahu dan Tempe Goreng. Jangan lupa cuko, kuah kacang dan sambal terasi juga harus ada di meja. Mari makan.
Rabu, 07 Oktober 2015
Selamat Milad ke-4, Rizka
Selamat milad ke-4 anak bunda. 25092011 - 25092015. Semoga rizka bertakdir baik. Barakallah fii umrik. Aamiin.
Syukuran di Panti Sosial Anak Anak Balita Tunas Bangsa Cipayung, 26092015.
Kalau ada bapak/ibu/om/tante/kakak mau kesana, datang saja. Para pengurus dan pengasuhnya baik dan ramah.
Apalagi anak-anaknya, ceria sekali. Siapa sangka mereka korban dari keegoisan orangtuanya atau pun tak berorangtua.
Panti ini khusus balita. Jadi pas sekali jika anak-anak seusia mereka adakan acara syukuran ulang tahun disana. Tetap seru kok.
Ditunggu ya sama Tami dan kawan-kawan disana.
Move On
Waktu kecil kalau ditanya cita-cita pasti ada berubah.
Ketika TK ingin jadi Polwan karena seragamnya keren.
Terus ketika SD ingin jadi Dokter. Standar alasannya ingin membantu menyembuhkan orang sakit.
Ketika SMP berubah lagi ingin jadi Pengacara karena nama belakang kalau disingkat jadi SH, hehehe.
SMA ingin jadi pengusaha seperti almarhumah Mama. Yang memulai dari menyisihkan duit lalu naik sepeda keliling kota Medan jualan kain. Pindah ke Jakarta jualan pecah belah dan karpet, lalu beralih jual beli rumah. Namun beliau sakit kanker mulut rahim dan meninggal. Sediiiih....
Hingga kuliah jadi berantakan, tidak fokus. Ambil jurusan akuntansi tapi ipk nasakom karena absen minus penampakan. Kena hukum papa, cuti tapi jadi stop.
Terus beralih ke Periklanan karena suka memperhatikan iklan. Dan lulus, hore hore hore!
Terakhir kuliah Kombis jurusan Penyiaran, alasan simple ingin menyambungkan informasi ke masyarakat.
Namun prakteknya sungguh sulit penuh godaan. Jadi mundur teratur memilah kerjaan.
Saya ingin berhijrah. Singkat cerita. Memang hidayah harus dicari bukan ditunggu. Dan berhijrah lah saya, menutup aurat.
Makin tahu tentang Islam dan tata cara kehidupan.
Yah saya masih awam sekali. Dikatain sok alim, sesat. Difitnah umat keblenger juga sudah. Hahehihu saja lah sikapinya.
Do'ain yang hina, fitnah, dzolim agar diberi hidayah.
Luruskan niat semua untuk taat kepada Allah Subhanallah Wataallah.
Karena apa yang dilihat manusia itu berbatas baik atau buruk. Sedang Rabb ku Maha Mengetahui.
Oh yah kalau sekarang ditanya cita-cita saya apa?
Saya akan berusaha menjadi muslimah solehah yang akan melahirkan dan membesarkan generasi Islam.
Goal saya akhirat. Tanpa dominan surga atau neraka. Tapi saya ingin berjumpa Rabb saya dan Rabb tersenyum kepada saya karena sumbangsih saya di dunia.
Insyaallah. Aamiin allahuma aamiin.
Selasa, 08 September 2015
Jaga lisanmu
Coba kau berpikir sebelum katamu terucap.
Sebelum katamu menghujam perasaan seseorang.
Merendahkannya tanpa ampun.
Padahal siapa sih dirimu? Orang paling kaya? paling cantik? paling tampan? paling pintar? paling tinggi titel dan jabatan? atau paling...
Paling-paling diatasmu ada yang lebih...
Dan bahkan kau takkan mampu menggapai posisi Nya. Yah, Tuhan.
Apakah kau Tuhan?
Bahkan Tuhan tak merendahkan manusia.
Bahkan Tuhan tak membuka
rahasia manusia.
Namun mengapa kau merasa paling, hingga kau bangga menghina saudaramu.
Memfitnah keluargamu.
Merendahkan sahabatmu.
Menyerangnya bahkan di dunia maya?
Kau begitu senang membuatnya menangis terhina. Terluka. Kau torehkan luka dihatinya.
Kata mu begitu dahsyat.
Kau bawa keluarganya. Kau hina orangtua dan anaknya. Kau tertawakan hidupnya yang sederhana. Kau cemooh hijrahnya.
Sadar kah kau.
Hidup ini rahasia Tuhan.
Hidup ini pun berlaku sesuai kata mu.
Kau menghina kelak kau akan terhina.
Kau menyakiti kelak kau akan tersakiti.
Kau mendzolimi kelak kau akan terdzolimi.
Maka jagalah lisan mu. Jika kau tak bisa berkata baik maka diam lah. Jika kau ada rasa tak suka, datangi dan bicara santun kepadanya.
Bukan kah orangtua telah mengajari mu untuk lembut kepada sesama? Santun bertutur?
Yang muda hormati yang tua.
Yang tua mengayomi dan menghargai yang muda.
Kata-kata mu mencermin kan dirimu.
Maka pikir lah sebelum kau berkata.
Jangan sampai hinaan mu kelak kembali kepada mu.
Senin, 07 September 2015
Ketika Dunia Maya Lebih Tahu
Ketika dunia maya beri janji
Tentang move on dari patah hati
Dibanding orangtua sendiri
Ketika dunia maya bisa kasih solusi
Mengenai penat hati
Daripada suami
Ketika dunia maya kasih kepuasan lagi
Akan dahaga pelampiasan birahi
Yang tak kau dapat dari istri
Maka jauhkan lah dirimu
Dari berlarut di dunia maya
Letakkan lah dunia maya itu
Pandang lah keluarga
Mereka lah yang nyata
Selasa, 11 Agustus 2015
Pilih ayah atau bunda
Pilih ayah atau bunda?
Pertanyaan singkat namun akan dapat jawaban sulit.
Ketika suami istri tak akur lagi dan rumah bagai zona perang, maka pertanyaan sebelum dinyatakannya perpisahan adalah "pilih ayah atau bunda?"
Tentu pertanyaan yang akan buat anak pusing tujuh keliling. Dari fisik saja ayah dan bunda sudah beda. Belum lagi faktor lain. Dan apalagi jika anak pun masih balita. Secara hukum agama maupun negara, tentu anak harus ikut ibunya. Namun banyak kejadian sang ayah memaksa anak ikut dirinya karena "kekuasaan".
Yah bukan ranah saya untuk menyikapi hukum. Namun kembali, jika orangtua akan bertanya ,"pilih ayah atau ibu?". Sudah kah anda siap dengan jawaban anak? Atau justru karena jawaban anak tak sesuai ekspektasi anda, maka ego anda akan memaksakan jawabannya???
Lihat lah anak, ia adalah 1/2 bagian anda, 1/2 bagian suami. Maka kemudian ia menjadi 1. Seorang manusia. Seorang yang memiliki perasaan. Jadi pikirkan, putuskan lalu sepakati keputusan bersama suami/istri jika anak memberi jawaban. Karena anak adalah penerus orangtua.